Menu

Tetap Terhubung

Tema Sekolah

“IN YOU EVER AFTER”

(Galatia 2: 19-20)

Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku

Ayat-ayat pendukung lainnya:

Keseluruhan surat Galatia

  • Kolose 3 : 1-3
  • 1 Korintus 15 : 20 – 22
  • 1 Yohanes 1 : 1 – 4

Latar belakang dan tujuan

Tema tahunan sekolah adalah sebuah tema yang mempersatukan seluruh kegiatan sekolah dan proses belajar mengajar kedalam salah satu aspek dari visi dan misi sekolah yang akan kita gumulkan sepanjang tahun ajaran. Tema tahunan sekolah (Yearly School Theme) SDH dan SLH mengikuti siklus tahunan ke-6 aspek visi dan misi tersebut.

Tema Tahunan Sekolah mengikuti siklus 7 Tahunan adalah sebagai berikut:

  • First Cycle (Siklus Tahun Pertama) : True Knowledge [2018-2019]
  • Second Cycle (Siklus Tahun Kedua) : Faith in Christ [2019-2020]
  • Third Cycle (Siklus Tahun Ketiga) : Godly Character [2020-2021]
  • Fourth Cycle (Siklus Tahun Keempat) : Preeminence of Christ [2021-2022]
  • Fifth Cycle (Siklus Tahun Kelima) : Redemptive Restoration [2022-2023]
  • Sixth Cycle (Siklus Tahun Keenam) : Holistic Education [2023-2024]

Di tahun akademik 2019-2020 ini kita sampai pada siklus tahun kedua (Faith in Christ). Siklus ini harus dimengerti dalam satu kesatuan. Kita tidak sedang membagi visi misi menjadi komponen yang berdiri sendiri. Maksudnya adalah setiap tahun kita akan fokus kepada satu elemen dari visi dan misi tanpa meninggalkan kesatuan integral dari keseluruhan visi misi tersebut.

Tema sekolah yang akan digumulkan sepanjang Tahun ajaran 2019-2020 adalah:

In YOU—Ever After

Didalam ENGKAU (Kristus) – Selamanya

Penjelasan “In YOU Ever After”

Tema “In You Ever After” diambil dari pengajaran Alkitab tentang “Union With Christ”. Didalam bukunya yang berjudul “Union with Christ”, Rankin Wilbourne menjelaskan secara sederhana yang di maksud dengan “Union with Christ” adalah ketika kita percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat, Kristus ada di dalam kita dan kita tersembunyi di dalam Kristus.

Berada di dalam Kristus berarti Kristus merepresentasikan umatnya, Seperti pemimpin sebuah tim kesebelasan sepak bola yang mewakili timnya, apa yang dicapai oleh ketua tim akan diperuntukkan bagi seluruh tim. Demikian juga dengan Kristus, ketika kita dipersatukan dengan Kristus melalui karya penebusan, maka kita juga dipersatukan dalam segala karyanya, dipersatukan dengan kematian dan kebangkitannya (Galatia 2 : 20, Roma 6 : 4).

Paulus dalam surat-surat-Nya menggambarkan “Union with Christ” dengan frasa “Disalibkan bersama”, “Dikuburkan bersama” dan “Dibangkitkan bersama Kristus”. Didalam Bahasa Yunani, Frasa-frasa ini memakai awalan Syn (bersama). Awalan ini sebelumnya tidak bermakna khusus, Tetapi Paulus menjadikannya sebuah frasa “Bersama Kristus”, Paulus memakai awalan ini untuk melukiskan dirinya sendiri, yang menjadi berharga ketika disatukan dengan Kristus.

Dalam Roma 6 : 1-14, kata “Telah mati, turut disalibkan, dikuburkan bersama-sama dengan Dia, mati bagi dosa” memakai bentuk tensis

Yunani “Past tense” untuk memberikan penekanan bahwa semua hal ini sudah terjadi satu kali di masa lampau secara tuntas dan selesai. Tetapi kata “Hidup juga dengan Dia, Kehidupan bagi Allah, kita akan hidup dalam hidup yang baru” dituliskan dalam bentuk “Present tense”. Hal ini menunjukkan bahwa setelah dipersatukan dengan Kristus (Union with Christ) kita haruslah terus menerus hidup mengalami pengudusan seumur hidup, meninggalkan manusia lama, semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.

Jadi, ketika kita dipersatukan dengan Kristus, seluruh keberadaan Kristus, bermakna bagi kita. Hidup-Nya, ketaatan-Nya, kemenangan-Nya, kebangkitan-Nya semuanya dibagikan kepada kita. Keterikatan kita dengan Kristus berakar pada Keterikatan Kristus dengan kita melalui inkarnasinya. Kesatuan dengan Kristus penting dipahami, bahwa sejak kita menjadi milik Kristus, maka perjalanan hidup Kristen kita ada di dalam Dia. Kita tidak lagi terpisah dari Kristus, Allah berkenan kepada kita karena kita ada di dalam Kristus, ini penting untuk kita hayati dalam menjalani hidup sebagai murid Kristus. Semakin kita menikmati persatuan dan persekutuan dengan Kristus, semakin kita mempermuliakan dan meninggikan Dia.

Menjadi orang Kristen berarti berada 'di dalam Kristus', yaitu dibaptiskan ke dalam satu tubuh, gereja (I Korintus 12:13). Kehidupan Kristen kita tidak dapat muncul secara memadai terlepas dari tubuh Kristus itu. Persekutuan kita selalu "Di dalam Kristus" dan melalui Kristus. Menjadi org Kristen yang lebih baik bukan merupakan masalah perkembangan pribadi seseorang saja, melainkan merupakan pertumbuhan dalam tubuh bersama anggota tubuh lainnya (komunitas orang beriman).

Fungsi dan Penerapan School Theme

Dalam satu tahun ajaran 2019-2020 maka SDH dan SLH akan berfokus kepada Tema ini: In You Ever After. Itu berarti setiap proposal kegiatan dan aktivitas sekolah lainnya diharapkan sejalan dengan tema sekolah ini. Setiap insan di sekolah diharapkan selama tahun ajaran ini akan

membicarakan tentang tema ini didalam setiap aspek pekerjaan dan pengajaran mereka.

Para pemimpin disetiap unit SDH dan SLH bertanggung jawab bukan hanya dalam hal sosialisasi tema sekolah ini, tetapi juga dalam hal menghidupinya. Dalam mempromosikan dan menerapkan tema sekolah, setiap unit SDH dan SLH haruslah mempertimbangkan konteks sekolah dimana mereka berada sehingga tidaklah harus sama antara satu unit dengan unit yang lain. SDH maupun SLH diberikan ruang untuk kreatifitas dalam memikirkan penerapan baik akademis maupun praktis sebagai respon terhadap School Theme ini dan Tim PDCE akan mendampingi dan memberikan konsultasi dalam proses tersebut.

Sumber Pustaka Penunjang yang wajib dibaca :

Rankin Wilbourne. 2016. Union With Christ. David C Cook.

Simon Chan. 1998. Spiritual Theologi 1-2. Yayasan Andi.

Jadilah bagian dari komunitas pembelajaran
sepanjang masa dan transformatif kami hari ini.